Muslimat NU Mojokerto Gelar Tahlil Kubro dan Pengajian Akbar.


Mojokerto, Sadhapnews.com – Dalam rangka memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW serta menyongsong Bulan Suci Romadhan 1442 H, Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Kabupaten Mojokerto, gelar tahlil kubro dan pengajian akbar, di Institut Pesantren KH. Abd Chalim, Dusun Bendorejo, Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu (15/3/2020).

Acara ini juga dihadiri, pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, Ustad Yusuf Mansyur, Gubernur Jatim yang diwakili Arjo, dr Hj Ikhfina Fahmawati (Bakal Calon Bupati Mojokerto), Dr. H. Mukhammad Al Barra, Lc ( Bakal Calon Wakil Bupati Mojokerto), Pimpinan Muslimat NU Cabang Mojokerto, Dra Hj Istatik Rodliyah, Muslimat NU se Kabupaten Mojokerto serta tamu undangan.

Dalam sambutannya, Istatik Rodhiyah Pimpinan Muslimat NU Cabang Mojokerto mengatakan, untuk acara ini sudah diagendakan sejak 9 bulan yang lalu, pasca kegiatan di Trawas.

“Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada semua muslimat dan semoga kegiatan ini membawa berkah bagi keluarga, muslimat serta kita selalu mendapatkan kemudahan2 dari Alloh SWA,” ujar Istatik.

Sementara Ustad Yusuf Mansyur menerangkan sebagai umat yang beriman, tentunya senantiasa mewujudkan rasa syukur kepada Alloh SWA. “Saya tidak lupa juga mengucapkan banyak terima kasih, kepada Kyai Asep, yang megijinkan saya untuk bisa hadir di PP Amanatul Ummah dan dapat bertatap muka dengan para muslimat NU Cabang Mojokerto serta semoga Alloh senantiasa melimpahkan rahmadnya kepada kita,” jelasnya.

Sementara itu Gubernur Jatim yang diwakili Arjo, menyampaikan permohonan maaf, bahwa Gubernur tidak dapat hadir pada acara ini. “Gubernur sekarang, sedang melakukan rapat membahas tentang wabah virus Corona (Covid 19), dimana penyebarannya sudah sampai seluruh dunia,” ungkapnya.

Gubernur menghimbau, agar tidak usah takut, tetap tenang, namun tetap waspada. “Semoga dengan acara tahlil kubro ini, kita dijauhkan dari wabah virus Covid 19, untuk seluruh daerah Jatim,” harapnya.

Sedangkan pimpinan ponpes Amanatul Ummah berpesan jika ingin berhasil dan mendapatkan hidup yang penuh barokah, agar jangan meninggalkan Sholat malam.

Ditegaskannya, dalam pencalonan anaknya Barra sebagai Wabup, dia tidak menginginkan ada sponsor. “Sehingga apabila nanti menang dalam pilkada, dapat menjalankan pemerintahan sesuai dengan harapan masyarakat yang adil dan makmur,” ungkap KH Asep. (triz/red)
Next Post Previous Post