Miris...! Sepasang Suami-Istri Yang Hidupnya Jauh Dari Kata Layak.
Jepara Sadhap News.com - Nasib yang sangat tidak berpihak pada sepasang suami-istri, kehidupan sehari hari boleh dibilang serba kekurangan dan yang lebih tragis lagi keduanya memasuki usia lansia. Mereka berasal dari dukuh Randu Lencer, Desa Dongos, RT 03 RW 02, kecamatan Kedung, kabupaten Jepara. Yaitu bernama Ahmad Solik (60) dan istrinya bernama Siti Sarisah (58), mereka tinggal di rumah Limasan yang disebut rumah tradisional Jawa memiliki ciri khas atapnya yang menyerupai limas dan terbuat dari bahan kayu.
*Serba Kekurangan dan Keterbatasan*
Kedua suami istri tersebut menempati rumah yang tidak layak untuk dihuni, Rumah kayu tua itu berlantaikan tanah, tidur beralaskan tikar, tidur beratap seng bolong-bolong dan tidak ada pintunya.
Sedangkan kamar mandi tidak ada, untuk dapur hanya menggunakan tumpukan batu bata serta tidak memiliki WC. Tapi sedikit beruntung masih ada listrik dari tetangganya, untuk kebutuhan air juga dibantu sumur tetangga.
*Rumah Berumur Tua dan Kondisi Memprihatinkan*
Dari informasi yang diterima, rumah pak Solik dibilang cukup tua, karena diirikan sudah 10 tahun yang lalu dengan biaya sendiri sekitar Rp 3 juta. Semula rumah Limasan kayu itu besar dan lama-lama mulai rusak dan diperkecil hingga makin tambah rusak dan kini terlihat sangat tidak layak dihuni.
Sementara itu, pak Solik sudah bertahun-tahun tidak kuat bekerja serabutan dikarenakan mengalami komplikasi pada kesehatannya.
Mengandalkan penghasilan 35 ribu perhari untuk keperluan sehari-hari dari istrinya, yang hanya berkerja sebagai buruh ngamplas di gudang meubel di sekitar lingkungan rumahnya.
*Harapan dan Keinginan Keduanya*
“Pak Bupati, piye iki pak..nyuwun tulong bedah rumah, ” ucap Siti Sarisah sambil menangis tersedu-sedu, Jum’at 21/3/2025) pagi.
Ia menambahkan, “Suami saya sakit-sakitan komplikasi jadi gak bisa kerja, ” ucapnya.
Diketahui, pak Solik memiliki dua anak yang sudah berkeluarga masing-masing, “Iya anak saya sudah berkeluarga semua. Punya keluarga sendiri-sendiri yang kedua punya rumah di Desa Ngeling, ” jelasnya.
*Tanggapan Pemerintah Desa Dongos*
Abdul Khalim selaku Kades mengatakan kalau yang diberitakan itu memang warga desa kami, dan yang seperti itu di desa Dongos sangat banyak kalau berbicara rumah tidak layak huni. Dan keduanya memang sudah masuk di DTKS, kami berterima kasih sudah dibantu untuk diup. Tuturnya.
"Kalau yang bersangkutan sudah kami tidak lanjuti, dan intinya kami kembali ke dinas sosial kabupaten Jepara. Ya kalau ingin bantu monggo kami masih memiliki sekitar 500 orang yang memiliki tingkat kemiskinan sama dengan pak solik dan istrinya", jelasnya Kades.
*Dinsospermades Jepara Belum Beri Tanggapan*
Dinas sosial pemberdayaan masyarakat dan desa, (Dinsospermades) kabupaten Jepara ketika dihubungi belum memberikan tanggapannya, hingga berita ini diunggah.(Nar)